RA/TKQ Tarbiyatunnisaa Terbaik
Get Your Future Here
image

Ucu Sulastri (Kepala Sekolah)

081319003531


Alamat : Jl. Letkol Atang Sanjaya km 2 Desa Banjarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor
Management Call : 0878 7027 0282 (Hadi L. S)

Hypnoteaching By Aris Ahmad Jaya

Hypnoteaching 

OLEH :  ARIS AHMAD JAYA.  TRAINER NASIONAL “AUTO SUGESTI POWER”                                            LEMBAGA PROFESIONAL  PT. ABCO SUGESTI MOTIVATINDO

Bayangkan pada suatu ketika terdapat sebuah kelas pada sebuah sekolah.  Seluruh siswanya adalah anak-anak yang luar biasa (meskipun semua orang di lingkungannya melihat mereka sebagai anak-anak yang biasa-biasa saja). Bayangkan wajah-wajah siswa yang begitu ceria. Karena mereka sangat senang bersekolah. Mereka datang tepat waktu dan sering menuntut sang guru untuk  memberikan waktu tambahan untuk pelajaran. Mereka sangat berbeda dari siswa-siswa pada umumnya di negeri ini. Para siswa di kelas ini sangat gemar sekali mengikuti setiap sesi pelajaran di sekolah. Hingga mereka akan kecewa jika harus bertemu dengan hari libur. Hingga mereka akan benar-benar bersedih jika ada guru yang berhalangan. Bukan pura-pura bersedih karena norma yang telah diajarkan. Sangat berbeda dari siswa-siswa kebanyakan, yang akan selalu menunggu hari libur. Atau bersorak dalam hati ketika ada guru yang berhalangan. Cerita tersebut adalah harapan setiap pendidik.

Hypnoteaching secara sederhana dapat dipahami sebagai suatu upaya menurunkan frequensi gelombang otak anak didik, sehingga peserta didik menjadi relaks dan lebih sugestif dalam menangkap nilai-nilai positif dari sebuah proses pengajaran yang dilakukan oleh seorang guru.

Agar Anda mampu memahami frequensi gelombang otak mari kita mulai pembahasan tentang gelombang otak. Ada empat jenis gelombang otak yang perlu Anda ketahui

1.       Beta (12 - 38 Hz). Pada kondisi beta seseorang berada dalam kesadaran penuh dengan pikiran sadar yang sangat dominan sehingga dia mampu mengerjakan beberapa kegiatan dalam waktu yang bersamaan seperti mengendarai mobil sampil bernyanyi dan mendengarkan musik.

2.       Alpha (8 - 12Hz) Pada kondisi alpha seseorang fokus hanya melakukan satu kegiatan persis seperti orang berdoa, khusu’ dan fokus.

3.       Teta (4 - 8 Hz) Pada kondisi Beta seseorang dalam kondisi tidur dan bermimpi.

4.       Delta (0,5 - 4 Hz). Pada kondisi delta ini seseorang berada dalam kondisi tidur yang sangat pulas tanpa mimpi.

Hypnosis adalah sebuah upaya membuat seseorang menjadi lebih relak, santai dan nyaman sehingga gelombang otaknya menjadi turun dari Beta ke Alpha atau bahkan ke Teta.   Berdasarkan penelitian otak yang  berada dalam kondisi Alpha atau Teta akan lebih cepat menangkap informasi dan langsung tanpa hambatan disimpan dalam pikiran bawah sadar yang kekuatannya 80% berbanding 20% dengan pikiran sadar. Dan Informasi yang tersimpan tadi selanjutnya dapat menjadi bentuk prilaku. Kalau informasinya baik, benar dan positif tentu akan membawa dampak perilaku yang lebih baik dan lebih positif, begitu juga sebaliknya.

Apa manfaat mempraktekkan ilmu hypnosis dalam mengajar dikelas, tentu ada sebagian guru yang membayangkan hypnosis seseram acara-acara di televisi. Mampu membuat tidur orang lalu mengorek semua keterangan terkait pribadi orang tersebut kemudian mengerjainya sesuai keinginan si penghypnosis (hypnotis). Kalau itu yang Anda bayangkan maka itu bukan Hypno Teaching, tapi itu adalah stage hypnosis (hypnosis hiburan) yang memang dipraktekkan dengan pilihan orang tertrntu dan tujuan utama menghibur, bukan untuk mendidik.

Hypnoteaching lebih difokuskan bagaimana seorang guru mampu mengunakan bahasa-bahasa yang dapat membuat rilaks dan nyaman si peserta didik, sehingga dia mampu disenangi, dicintai, dirindukan dan mendapatkan tempat terbaik di hati peserta didik. Hypnoteaching sangat terkait dengan kemampuan sang guru dalam memiliki ketrampilan berbicara dengan mengatur intonasinya, kualitas vokalnya, pilihan katanya dan kata-kata berpengaruh didalamnya.  Kondisi anak yang senang, bahagia, rileks dan fokus adalah salah satu cirri anak didik berada dalam gelombang otak alpha dan saat itulah pendidik/ guru memasukkan affirmasi positif atau sugesti positif kepada pikiran bawah sadar si peserta didik.

Apakah yang dimaksud Affirmasi. Affirmasi adalah   ucapan-ucapan positif untuk mengantikan nilai-nilai negatif dalam pikiran bawah sadar anak didik.  Dengan affirmasi yang dilakukan berulang-ulang oleh guru yang berpengaruh, maka otak bawah sadar anak didik akan terbuka dan affirmasi positip tersebut akan menjadi realita, namun ada rambu, batasan dan pantangan yang harus diketahui dalam memberikan affirmasi, diantaranya adalah tidak boleh mengunakan kata "akan", dan kata-kata bermakna negatif seperti "tidak", "jangan" dll.

 

CARA KERJA HYPNOSIS

Cara Kerja Hypnosis Pikiran Bawah Sadar Dalam ilmu hypnosis, pikiran manusia diibaratkan seperti bawang yang berlapis-lapis. Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GAMBAR MODEL PIKIRAN MANUSIA

 

Pikiran sadar / conscious mind adalah proses mental yang Anda sadari dan bisa Anda kendalikan. Pikiran bawah sadar / subconscious mind adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya.

Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.

Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.

Garis putus-putus (pada gambar di atas) meng-ilustrasi-kan Critical Factor. Critical Factor adalah bagian dari pikiran yang selalu menganalisis segala informasi yang masuk dan menentukan tindakan rasional seseorang. Critical Factor ini melindungi pikiran bawah sadar dari ide, informasi, sugesti atau bentuk pikiran lain yang bisa mengubah program pikiran yang sudah tertanam di bawah sadar.

Ketika kita dalam kondisi sadar seperti sekarang ini, Critical Factor akan menghalangi afirmasi atau sugesti yang ingin kita tanamkan ke pikiran bawah sadar. Sugesti yang diucapkan dalam kondisi sadar terhalang oleh Critical Factor, sehingga efeknya sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.

Saat hypnotist (PENGHIPNOSIS) melakukan hypnosis, yang terjadi adalah hypnotist mem-by-pass Critical Factor subjek (orang yang dihipnotis) dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan disalah artikan sebagai suatu bentuk manipulasi. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik yang dinamakan "induksi".

Induksi bisa dilakukan dengan cara membuat pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung (tidak memahami) atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu Critical Factor terbuka atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena Critical Factor terbuka atau pengawasannya lemah maka sugesti akan langsung menjangkau pikiran bawah sadar.

Critical Factor menjadi tidak aktif ketika seseorang dalam kondisi trance hypnosis. Maka dari itu, semua sugesti - selama tidak bertentangan dengan sistem kepercayaan dan nilai-nilai dasar yang dianut seseorang - akan diterima oleh pikiran bawah sadar sebagai kebenaran, kemudian disimpan sebagai program pikiran. Program pikiran yang sudah ditanamkan melalui sugesti dalam kondisi hypnosis, akan menjadi pemicu perubahan yang seketika dan permanen.

Konflik Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar

Apabila terjadi konflik antara pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka pikiran bawah sadar selalu menang. Kita ambil seorang perokok yang kesulitan berhenti merokok. Kebiasaan merokok adalah hasil kerja dari pikiran bawah sadar. Sedangkan keinginan untuk berhenti merokok adalah hasil logika pikiran sadar. Perokok ingin berhenti merokok karena jelas rokok merugikan secara kesehatan maupun ekonomi. Namun logika bahwa rokok itu merugikan kesehatan dan menguras kantong terkalahkan oleh kebiasaan yang sudah tertanam kuat di pikiran bawah sadar.

Havens dan Walter dalam bukunya Hypnotherapy Scripts: A Neo-Ericksonian Approach, menyebutkan antara pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dapat diibaratkan seorang Kapten dengan Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan diri Anda adalah kapal itu sendiri. Kapten sebagai pikiran sadar menentukan arah dan tujuan kapal, sedangkan ABK sebagai pikiran bawah sadar yang menjalankan kapal.

Kapal akan selamat sampai di tujuan jika ada kerja sama yang baik antara nakhoda dengan ABK. Masalah akan timbul bila terjadi perbedaan tujuan antara Kapten dengan ABK. masalahnya, Kapten (pikiran sadar) kadang tidak tahu apa yang di-inginkan ABK (pikiran bawah sadar), sehingga kehidupan seolah tidak seperti yang Anda inginkan. Padahal itu adalah keinginan ABK yang seharusnya Anda pimpin.

 

Sebagaimana yang ditulis oleh Oktastika Badai Nirmala, S.Psi, CHt  www.mediasugesti.blogspot.com . Berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang setara dengan motivator dunia.

Langkah-langkah tersebut adalah :

1.      Niat dan motivasi dalam diri Anda

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang Anda tekuni. Sehebat apapun metode yang saya ceritakan, sesukses apapun orang-orang yang telah melaksanakan teknik ini, tanpa niat yang besar dari Anda, maka Anda hanya menjadi Anda yang sekarang. Tidak bertambah dan berkembang kualitasnya. Sebaliknya, jika Anda memiliki niat yang besar untuk mempelajari dan melatih hypnoteaching, maka Anda akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya metode ini.

Saran saya, lakukan saja sesuatu yang Anda yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri Anda. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.

 

2.      Pacing

Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa Anda. Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”.

Mengertikah Anda tentang maksud saya ini ?

Misalnya Anda menghadiri sebuah pertemuan seluruh warga di tempat tinggal Anda. Dimana terdapat beberapa strata usia, diantaranya bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak. Misalnya mereka datang dari berbagai penjuru secara acak, dan kemudian dipersilahkan dengan bebas untuk memilih tempat duduk. Kira-kira apakah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak duduk secara membaur dan acak? Atau mereka cenderung berkumpul sesuai usianya ? Bapak-bapak memilih untuk ngobrol dengan sesama  bapak-bapak. Sedang ibu-ibu juga memilih melakukan hal yang sama. Remaja dan anak-anak pun akhirnya sibuk bercanda dengan sesamanya. Benar demikian ?

Belum lagi para penggemar sepak bola akan ngobrol seru dengan sesama penggemar sepak bola. Penggemar gossip pun akan berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama suka gossip.

Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya. Seperti misalnya Anda yang berprofesi sebagai guru / pendidik. Jika Anda boleh memilih, pasti Anda lebih nyaman berkumpul dan ngobrol bersama sesama guru / pendidik meski dari usia yang berbeda-beda, daripada Anda berkumpul dengan para anggota DPR atau pengusaha pabrik yang kaya raya, atau mungkin para gembel. Jika Anda merasa nyaman berkumpul dengan orang pada golongan tertentu, hal tersebut berarti Anda memiliki banyak kesamaan dengan orang-orang dalam golongan tersebut. Coba anda renungkan………

Kesamaan-kesamaan diantara beberapa orang, akan memancarkan gelombang otak yang sama. Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik.

Sama dengan siswa-siswa kita. Jika mereka membenci sesi pengajaran Anda, berarti gelombang otak Anda belum setara dengan mereka. Anda dan para siswa Anda belum “click”. Meskipun usia Anda jauh lebih tua daripada siswa Anda, namun gelombang otak dapat disetarakan dengan melakukan atau seakan-akan melakukan dan berfikir seperti siswa Anda. Dalam hal ini, Anda wajib mengalah terlebih dahulu. Dalam arti Andalah yang harus menyesuaikan gelombang otak Anda pada siswa Anda. Bukan sebaliknya siswa Anda yang menyesuaikan gelombang otak Anda.

Cara-cara melakukan pacing pada siswa Anda :

      Bayangkan Anda adalah seusia siswa-siswa Anda. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa Anda pada masa SEKARANG. Bukan pada saat Anda masih sekolah dulu.

      Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa Anda. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.

      Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan Anda.

      Sangkutkan tema pelajaran Anda dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.

      Selalu update pengetahuan Anda tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa Anda.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran Anda telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa Anda merasa nyaman untuk bertemu dengan Anda. Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya.

 

3.      Leading

Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing Anda lakukan. Jika Anda melakukan leading tanpa didahului dengan pacing, hal itu sama saja dengan memberikan perintah pada siswa Anda dengan resiko siswa Anda melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan siswa Anda pada diri Anda. Atau lebih kongkritnya adalah siswa Anda akan lebih senang dan gembira ketika Anda menderita sakit sehingga tidak dapat mengajar pada jam Anda. Maukah Anda menjadi guru yang demikian ?? Saya yakin Anda ingin sebaliknya. 

Setelah Anda melakukan pacing, maka siswa Anda akan merasa nyaman dengan Anda. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang Anda ucapkan atau tugaskan pada siswa Anda, maka siswa Anda akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia.  Anda bagaikan kekasih bagi siswa Anda (bukan berarti melibatkan romantisme). Dalam arti, siswa Anda akan selalu menantikan sesi pelajaran Anda. Sesulit apapun materi Anda, maka pikiran bawah sadar siswa Anda akan menangkap materi pelajaran Anda adalah hal yang mudah. Jika siswa Anda yakin bahwa pelajaran Anda adalah mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa Anda akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang.   Menakjubkan bukan ?

 

4.      Gunakan kata positif

Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negative. Contohnya adalah sebagai berikut, perhatikan kalimat saya berikut ini : “Bapak – ibu guru sekalian. Saya minta Anda untuk jangan pernah sekali-kali membayangkan kelinci memakai topi. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali untuk membayangkan kelinci memakai topi. Karena Anda saat ini benar-benar dilarang keras untuk membayangkan kelinci memakai topi. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah mencoba untuk membayangkan kelinci memakai topi”.

Apa yang terjadi ? Apakah Anda malah sempat membayangkan kelinci yang memakai topi ? Padahal saya telah bilang jangan pernah, tidak diperkenankan, dilarang keras, dan jangan pernah mencoba. Namun yang terjadi adalah Anda semakin membayangkan.  Jika Anda ingin lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada rekan kerja Anda, atau pada siswa Anda. Saya yakin akan banyak sekali yang tertawa terbahak-bahak, karena terbayang betapa lucunya kelinci memakai topi.

Itulah yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative. Jika ada kata negative, maka yang diterima adalah kata dibelakang kata negative tersebut. Sedangkan kata negative-nya diabaikan. Misalnya kalimat “jangan ramai”, maka yang ditangkap adalah “ramai”. Maka yang terjadi siswa Anda malah ramai.

Anda bisa lakukan percobaan kecil pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Karena pada usia ini pikiran sadarnya belum terbentuk sempurna. Sehingga masih didominasi oleh pikiran bawah sadar. Ketika anak usia dibawah 5 tahun menangis, coba katakan “jangan nangis”, maka yang terjadi adalah ia menangis semakin keras. Dalam hal ini, sebaiknya cari padanan kata yang positif. Misalnya “jangan ramai” diganti “tenang” atau “diam”. Saya yakin Anda, sebagai guru pasti lebih kreatif dalam memilih padanan kata daripada saya.

 

5.      Berikan pujian

Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa Anda. Khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Sekecil apapun bentuk prestasinya, tetap berikan pujian. Termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri, meski mungkin masih berada di bawah standart teman-temannya, tetaplah berikan pujian. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

 

Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negatif. Misalnya : tapi, namun, cuma saja, dan lain sebagainya. Karena penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian Anda sia-sia dan terkesan mengolok-olok. Contohnya kalimat seperti ini :

“Adi, kamu itu anak yang pandai, ibu / bapak seneng sekali punya murid seperti kamu. Tapi sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaianmu”.

Bayangkan jika anda sendiri dipuji orang dengan kalimat seperti itu. Pernahkah Anda dipuji dengan kalimat seperti itu ? Saya yakin pernah. Coba Anda ingat dan rasakan kembali pada saat anda dipuji dengan kalimat seperti itu. Dapatkah Anda rasakan seakan-akan Anda merasa bangga ketika awal kalimat itu diucapkan. Dan kemudian seakan-akan ada perisai besar dan tebal menyelimuti diri Anda, ketika kata “tapi” diucapkan ? Coba bayangkan kembali. Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang di puji. Bukannya meningkatkan harga diri, malah menjatuhkan. Memang ini adalah hal yang sepele dan sering terjadi. Namun efeknya sangat besar dalam system psikologis seseorang.


Cara untuk menghindari kata penghubung negatif adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya “Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai, sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu”. Dengan demikian perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah keburu pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya.

 

6.     Modeling

Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan Anda, kemudian dapat Anda arahkan sesuai yang Anda inginkan, dengan modal kalimat-kalimat positif. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada Anda dimantapkan dengan perilaku Anda yang konsisten dengan ucapan dan ajaran Anda. Sehingga Anda selalu menjadi figure yang dipercaya.

 

Sangat mudah bukan. Metode ini sangat dahsyat jika Anda terapkan pada siswa Anda. Atau jika Anda berkenan, Anda juga dapat menerapkannya pada rekan kerja Anda, istri/suami Anda, putra-putri Anda, orang tua Anda, tetangga Anda. Sekali lagi saya ingatkan, bahwa metode ini sangat dahsyat mempengaruhi pikiran lawan bicara Anda. Terlebih jika Anda selalu melatihnya setiap saat. Namun jika artikel ini hanya Anda maknai hanya sebagai pengetahuan, maka Anda akan mendapatkan sebuah wacana yang luar biasa.

 

9 TIPS MENJADI GURU YANG DIRINDUKAN

1.       Tangkap Basah kebaikan anak didik Anda. Tempa besi selagi panas.

2.       Mulai dengan kata positip, sikap positip dan berita bahagia menyenangkan.

3.       Hapuskan kata mengeluh, menunda, malas, menyalahkan dan banyak alasan dalam diri Anda baik dihadapan anak didik maupun ketika sendirian.

4.       Hindari perbandingan yang tidak adil.

5.       Sebut namanya, berikan kesan naka didik Anda adalah orang penting.

6.       Buktikan apa yang telah Anda katakan adalah bagian dari apa yang Anda lakukan. Minimalnya sedang dalam proses melakukan.

7.       Kalaupun Anda harus marah, maka marahlah yang membangun dan berdampak positif.

8.       Pilih waktu yang tepat, tempat yang tepat dan alat yang tepat ketika anda mau membuat sebuah pengaruh pada anak didik Anda.

9.       Hargai hasil karyanya, akui dan rayakanlah.


Akhirnya, saya mengucapkan selamat mencoba metode terdahsyat masa ini. Metode yang dapat membuat siswa Anda menjadi senang bersekolah, dan menjadi insan cerdas yang luar biasa.

Salam Sugesti Sukses

Wed, 15 Feb 2012 @14:12


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 3+0+9

Cek Nama Domain Favoritmu

Cek Nama Domain ?

Artikel Terbaru
Sajian Kami
Arsip
Komentar Terbaru
Profile RA/TKQ Plus Tarbiyatun Nisaa

Stat kunjungan
Pengunjung Asing
Tulis Saran Anda Di Sini
Spiritual Sinergi Semesta
image

Profil Lead Trainer S3, TCH, dan SEI 

Zainul Fuad, secara geografis termasuk orang Minangkabau karena ia lahir di Padang, 30 Juli 1977. Tetapi secara historis, ia keturunan Sunda. Kang Zain, begitu ia biasa disapa oleh koleganya,  menikah dengan seorang gadis manis plus koleris asal Kalimantan Selatan, biasa dipanggil Teh Lala. Menikah pada semester III kuliahnya di Universitas Islam Indonesia, jurusan Statistika, Kang Zain saat ini sudah dikaruniai 3 orang putra, Hanif (13 tahun), Afif (8 tahun), dan Naufal (7 tahun). 


 

Copyright © 2014 PT ABCo Sugesti Motivatindo · All Rights Reserved